Siti sudah bekerja di Taiwan selama dua tahun. Setiap hari ia menjaga kakek dan nenek, pekerjaannya sibuk dan melelahkan.
Suatu hari, ibunya mengirim pesan: “Ayah sedang sakit, pulanglah sebentar.”
Siti ingin sekali pulang, tapi…
“Boleh nggak ya? Harus berhenti kerja dulu? Atau bisa cuti saja?”
Teman-temannya bilang macam-macam.
Ada yang bilang boleh, ada yang bilang tergantung bos, ada juga yang bilang “jangan terlalu lama pulang!”
Siti bingung.
Akhirnya dia coba kirim pesan ke GPT — asisten pintar di LINE yang bisa jawab pakai Bahasa Indonesia.
GPT menjelaskan ke Siti begini:
Kamu boleh cuti pulang kampung, tapi harus:
- Beri tahu majikan kapan kamu ingin cuti dan berapa lama (sebaiknya tulis secara tertulis)
- Minta majikan bantu urus izin masuk kembali ke Taiwan (kalau tidak, kamu bisa ditolak di bandara saat balik)
- Kamu harus beli tiket pesawat sendiri (PP)
Majikan tidak boleh langsung menolak, tapi bisa minta kamu sesuaikan tanggal.
Kalau tidak ada kesepakatan, secara hukum kamu tetap boleh pulang.
Tapi ingat, kalau kamu tidak kembali sesuai waktu, majikan bisa cari pengganti!
Setelah tahu ini, Siti langsung sampaikan ke majikannya.
Ternyata bosnya bilang:
“Oh, jadi seperti itu. Nggak masalah, nanti saya bantu urus izin ya.”
Siti pun lega dan mulai cari tiket ke kampung halaman.
Kamu juga ingin cuti tapi tidak bisa Bahasa Mandarin?
Tenang saja.
Sekarang ada ASISTEN TKI TW GPT yang bisa kamu ajak ngobrol pakai Bahasa Indonesia!
Tambahkan LINE GPT di sini: https://lin.ee/zw4TqBt
Sekarang lagi ada undian juga, bisa menang voucher NT$1.000!
Tips tambahan:
- Cuti tidak boleh melebihi waktu kontrak kerja
- Kalau kamu tidak bisa bicara langsung, bisa minta teman bantu sampaikan ke bos
- Simpan dokumen penting sebelum berangkat pulang kampung!
Punya alasan penting untuk pulang kampung?
Tanya dulu ke GPT, lalu bicara baik-baik dengan majikan.
Semua bisa lancar, asalkan tahu caranya!

本文僅代表作者立場,不代表本平台立場








Facebook Comments 文章留言